Musik Klasik yang Kontroversial

Musik Klasik yang Kontroversial

Musik Klasik yang Kontroversial – Berikut ini beberapa karya musik klasik yang telah menyebabkan kerusuhan –baik karena alasan-alasan, tekstual estetika maupun politik– dalam beberapa abad terakhir.

Musik Klasik yang Kontroversial

1.St John Passion karya JS Bach (1724)

Kita tidak akan benar benar membayangkan bapak musik klasik ini sebagai tukang intrik, meskipun dibuktikan dalam biografi yang luar biasa oleh John Eliot Gardiner pada tahun 2014, kita juga tidak akan menganggapnya sebagai orang kudus hanya karena dia telah menuliskan musik yang begitu sublim.

Tetapi yang dilakukannya terhadap Gospel of St John, sebuah fondasi bagi karya besar musk klasik, menyisakan hal tidak mengenakkan bagi sebagian orang.

Pada tahun 1995, pecah aksi unjuk rasa mahasiswa di Swarthmore College di Philadelphia, setelah para anggota paduan suara menolak untuk menyanyikan apa yang mereka anggap sebagai kata-kata anti Semitik.

Gospel yang dipermasalahkan tersebut mengacu pada musuh-musuh Yesus sebagai “Yahudi, Yahudi, Yahudi,” yang diulang-ulang sebanyak 70 kali dalam pertunjukan 110 menit itu.

Pada tahun 2000, pada peringatan kematian sang komposer ke 250 tahun, terjadi unjuk rasa menolak pertunjukan Passion di Oregon Beach Festival, ditandai pula dengan seorang rabbi yang menghalang-halangi acara dan yang lainnya mengundurkan diri dari panitia perencanaan festival.

Kritik-kritik bergeser ke perdebatan menurut studi dari Michael Marissen, “Lutheranism, Anti-Judaism and Bach’s St John Passion” dengan cermat menilik cara Bach menanganiteks gospel yang menantang itu.

Meskipun demikian banyak komentator yang merujuk pada pandangan ahli Bach terkemuka, Robert L Marshall, bahwa St John Passion “memberi suara bagi perasaan-perasaan paling luhur dari jiwa manusia tak diperlukan permintaan maaf baik maha karya agung itu maupun penciptanya yang tak tertandingkan itu.”

2. Simfoni No 3: ‘Eroica’, judul baru yang menggantikan ‘Bonaparte’ karya Ludwig van Beethoven (1804)

Kisah di belakang persembahan simfoni ketiga Beethoven adalah suatu kisah legendaris dalam musik.

Sebagaimana dituliskan penyiar BBC Tom Service: “Bayangkan jika tak ada kejadian yang turut terlibat, dan Beethoven tetap dalam rencana awal, dan simfoni ketiganya disebut ‘Bonaparte’.

Bayangkan berbagai interpretasi dan analisis yang bisa mengarah pada upaya yang menderetkan karya itu antara proyek-proyek Napoleonik dan gagasan humanisnya.

‘Napoleonic’ tentunya menjelaskan bagaimana Beethoven menempatkan karyanya -dia bahkan telah merancang program tentang kehidupan Bonaparte dalam pergeakan-pergerakan simfoni itu. Hingga tiba suatu saat di tahun 1804 ketika dia diberitahu bahwa Napoleon telah mengangkat dirinya sebagai Kaisar.

Persembahan awal bagi Bonaparte pun ditanggalkan; Beethoven mengumumkan bahwa Napoleon adalah seorang “tiran”, yang “akan menganggap dirinya lebih unggul dari semua orang lain,” dan mengganti judul simfoninya menjadi “Eroica”.

Simfoni itu juga kontroversial secara musikal, menyebabkan penggemar berat Beethoven, Hector Berlioz pada satu titik menyatakan “jika itu benar-benar yang diinginkan Beethoven… harus diakui bahwa hal ini merupakan suatu hal yang absurd.” joker123 deposit pulsa

Absurd atau sebaliknya, Eroica muncul sebagai salah satu monumen budaya terpenting sepanjang masa.

3. Parade by Erik Satie (1917)

“Tuan dan teman-teman tercinta – kalian bukan sekadar dungu, tetapi seorang dungu tanpa musik.”

Begitulah komentar dari Erik Satie terhadap kritik yang dituturkan oleh Jean Poueigh, yang telah memasukan musiknya dalam Parade, sebuah karya 5 menit yang ditulis untuk Diaghilev’s Ballet Russes, yang juga meneyertakan imajinasi iconoclastic modern Jean Cocteau dan Pablo Picasso.

Poueigh kemudian menggugat Satie dalam satu pertarungan pengadilan yang getir dan menang.

Dikenal sebagai komposer nyleneh dan nyentrik, Satie menggunakan efek suara yang dianggap radikal waktu itu seperti suara ketikan mesin tulis, dentingan botol susu, suara tembakan, terompet kabut dan sirine.

Avant garde? Tentu saja, tetapi penonton dalam pertunjukan erdana di Paris pada 18 Mei 1917 sepakat dengan Poueigh; mereka menyoraki, mencibir, dan bahkan melemparkan buah jeruk pada orkestra itu.

» Read more
Musik Jazz dan Perkembangannya

Musik Jazz dan Perkembangannya

Musik Jazz dan Perkembangannya – Apa yang ada di pikiran kamu tentang musik jazz? Musik yang rumit atau sebuah gabungan instrumen alat musik yang nggak umum seperti terompet, piano, dan gitar? Menurut pengertian dari Concise Oxford English Dictionary Revised Edition 2006, jazz adalah sebuah jenis musik yang berasal dari orang Amerika berkulit hitam dengan karakter yang menonjolkan improvisasi, sinkopasi, ritem, dan diiringi dengan menggunakan instrumen khusus.

Dari hal tersebut apakah kamu sudah mempunyai bayangan apa itu sebenarnya musik jazz? Jika masih belum paham, Whitney Ballett menjelaskan bahwa jazz adalah sebuah musik yang sangat personal (seperti puisi dan seni), yang mirip seperti blues, vokal yang unik, suara instrumental, dan ditambah dengan improvisasi jenius yang nggak biasa. Whitney Ballett memang terlalu hiperbola, tetapi jika dapat diambil kesimpulan, jazz merupakan sebuah kesempurnaan dari sebuah musik.

Musik Jazz dan Perkembangannya

Ketika jazz mulai dikenal di Amerika Serikat sekitar awal 1900-an, aliran musik jazz sendiri mulai berkembang sangat pesat. Pada tahun 1890, munculnya genre Ragtime, sebuah aliran musik jazz yang sedikit nge-beat. Kemudian di awal tahun 1900, muncul Dixieland yang merupakan perwujudan full band pertama dalam musik jazz. Dixieland ini lebih menonjolkan alat musik kuningan, banjo, dan juga klarinet. Dari Dixieland juga, jazz dikenal sebagai aliran musik yang membutuhkan banyak orang yang memainkannya.

Lalu, bagaimana sebuah musik bisa dinamakan jazz? Spinditty.com menjelaskan bahwa musik dapat dikatakan sebagai musik jazz ketika terdapat harmoni, ritme, dan melodi yang berirama. Tidak hanya sampai di situ, musisi bisa menambahkan musik swing dan juga improvisasi. Chris McGregor menulis artikel tahun 1964 berjudul The Classic. McGregor mengatakan bahwa swing adalah salah satu elemen penting dari musik jazz. Selain swing, faktor improvisasi juga digaris bawahi oleh McGregor. Chris McGregor mengatakan bahwa musik jazz adalah sebuah seni yang dibuat secara spontan.

Secara garis besar, jazz adalah musik yang di dalamnya terdapat sebuah ritme yang memiliki harmoni, improvisasi, dan dimainkan menggunakan alat musik tertentu. Bagaimana, apakah sampai di sini kamu sudah mengerti dan bisa membedakan apa itu musik jazz? Setelah kamu berhasil mengerti apa itu musik jazz dan ciri-cirinya, sekarang akan dibahas apa saja sih genre dari musik jazz itu.

 Aliran Musik Jazz

Dixieland

Salah satu aliran musik jazz yang sangat berpengaruh adalah Dixieland. Pertama kali muncul di tahun 1917, ketika itu di New Orleans (tempat jazz pertama kali muncul di dunia) terdapat band bernama The Original Dixieland Jass Band. Mereka membuat terobosan baru, yaitu menggabungkan genre yang sedang hits saat itu, Ragtime dan Sicilian Music. Ciri-ciri dari Dixieland adalah musisinya menggunakan alat musik seperti trumpet, trombone, klarinet, guitar, banjo, piano, dan bass. Setelah Dixieland terkenal di New Orleans, hampir seluruh Amerika Serikat muncul band dengan genre sama.

Setelah era perang dunia selesai, sang legenda Louis Armstrong mengangkat kembali musik Dixieland setelah membuat sebuah Louis Armstrong’s All-Stars. Sampai saat ini, Dixieland masih terus dihormati sebagai genre jazz paling terkenal. Di New Orleans, setiap tahun diadakan New Orleans Jazz & Heritage Festival yang masih menampilkan musisi ber-genre Dixieland. joker123

Swing

Ketika jazz dikenal sebagai jenis musik yang mempersatukan orang kulit hitam di Amerika Serikat dengan iramanya yang agak cepat, maka swing menjadi anti-thesis dari musik jazz tersebut. Swing pertama kali muncul pada tahun 1923, ketika itu Fletcher Henderson Orchestra memainkan sebuah irama ragtime dengan agak halus dan lambat. Setelah itu mereka bekerja sama dengan legenda seperti Coleman Hawkins, Benny Carter, dan Buster Bailey yang kemudian dikenal sebagai swing era instrumental styles.

Pada tahun 1927, Louis Armstrong dengan pianis Earl Hines juga sempat menggunakan musik swing. Setelah itu pada tahun 1940 an, muncul Swing Era dimana hampir semua musisi jazz ini bermain aliran swing. Setelah era swing, muncullah aliran Bebop.

Bebop

Beberapa musisi musik swing ini kemudian mengembangkan aliran baru yang dinamakan Bepop. Tetap menonjolkan klarinet dan trompet, musik Bepop ini merupakan edisi cepat dari swing. Duke Ellington Orchestra dan Jimmie Lunceford Orchestra memperkenalkan bagaimana harmoni musik jazz yang cepat dan sangat asyik. Kemudian pada tahun 1940-an, Jay McShann Orchestra mendobrak dunia dengan permainan sempurna Dizzy Gillespie dan Roy Eldridge, duet pemain trompet terbaik Amerika Serikat.

Sampai sekarang musik Bebop menjadi salah satu aliran yang masih cukup digemari. Beberapa cabang dari Bepop seperti Hard Bop, Neo Bop, dan Post-Bob sempat menghiasi para musisi modern tahun 1980-an sampai tahun 1990-an.

» Read more
1 2