Makna dan Sejarah Musik Mancanegara

Makna dan Sejarah Musik Mancanegara – Musik mancanegara dapat diartikan dengan musik modern. Mancanegara adalah negara yang berasal dari luar negeri atau negara asing. Jadi dapat diartikan musik mancanegara adalah musik yang berasal dari luar negeri atau musik modern yang berasal dari luar negeri.

Makna dan Sejarah Musik Mancanegara

Berikut adalah sejarah musik mancanegara: http://162.0.233.99/

1. Zaman Yunani Kuno dan Romawi Kuno

 Para ahli meyakini bahwa perkembangan musik di barat berawal dari musik Yunani dan Romawi Kuno, yaitu pada tahun 500 SM sampai 300 SM. Bangsa Yunani mengartikan bahwa musik adalah salah satu cabang seni yang sangat penting, sehingga timbul anggapan bahwa orang-orang yang berpendidikan tinggi dan berbudi luhur disebut orang musikal. Sebaliknya, orang-orang bodoh dan berbudi rendah disebut orang tidak musikal. Bagi bangsa Yunani, musik berfungsi sebagai berikut.

–          Iringan upacara religius

–          Iringan upacara kerajaan

–          Iringan drama, tari, sastra, atletik, dan hiburan.

2. Abad Pertengahan (Abad V – XVI)

 Abad pertengahan terdapat di antara zaman akhir kerajaan Roma (476) dan zaman bangkitnya ilmu pengetahuan dan munculnya berbagai penemuan. Musik pada zaman dulu terdiri dari satu suara atau monofonik bertambah menjadi beberapa suara atau polifonik.

Pada abad pertengahan terdapat perkembangan perbaikan tulisan musik dan dasar-dasar teori musik. Guido d’Arezzo adalah pencetus tulisan musik atau notasi musik. Musik abad pertengahan dikelompokan menjadi tiga, yaitu :

– Periode permulaan. Pada periode ini musik berkembang dengan sangat lambat dan hanya meneruskan musik pada masa Yunani Kuno dan Romawi Kuno.

– Periode pertengahan. Pada periode pertengahan, musik gregorian sudah mulai berkembang.

– Periode akhir abad pertengahan. Pada periode ini berkembang musik yang tumbuh di luar gereja, yakni musik duniawi dan musik organum.

Pelopor musik pada abad pertengahan adalah Guillanme Dufay dari Perancis dan Adam de la Halle dari Jerman.

3. Zaman Renaissance (Abad XVI – XVII)

Renaissance artinya “terlahir kembali”.Pada abad ini perkembangan musik gereja merosot, sedangkan musik duniawi mulai mendapat perhatian dan kedudukan yang makin penting. Instrumen musik, yang dulunya hanya sebagai pengiring lagu, mulai dibuat komposisinya. Instrumen orgel mendapat perhatian di Italia dan Jerman, sedangkan di Inggris lebih memperhatikan instrumen pendahulu piano yaitu virginal. Komponis terpenting abad Renaissance adalah Frescobaldi (1583 – 1644 Italia), Scheidt (1857 – 1654), Scheid Mann (1595 – 1663, Jerman), dan Bull (1563 – 1628, Inggris). Opera mulai berkembang dengan menggunakan permainan solo sebuah instrumen (solistis) dan Koor besar.

4. Zaman Barok dan Rakoko

 “barok” dan “rokoko”dipinjam dari dunia arsitektur. Kata barok berarti aneh, penuh hiasan, rumit, berbelit-belit, berlebihan, serta memenuhi tempat dan wadah, baik sengan tindakan, gerakan, bunyi, hiasan, maupun warna. Kemajuan pada abad ini terdapat dua aliran yang sifatnya hampir sama. Pada aliran ini sama-sama menggunakan ornamentik atau hiasan musik. Tetapi pada aliran Barok memakai ornamentik yang diserahkan pada improvisasi spontan oleh pemain. Sedangkan pada Rokoko semua ornamentik dicatat. Masyarakat pada Zaman Barok tidak hanya melihat kemanusiaan dan keberadaannya secara seutuhnya sebagaimana pada Zaman renaissance dengan humanismenya. Masyarakat yang ada pada Zaman Barok lebih memperhatikan perasaan dan imajinasi. Komponis-komponis yang ada pada abad Barok dan rokoko ini diantaranya adalah Johan Sebastian Bach (1685 – 1750) dari Jerman dan George Frederick haendel (1685 – 1759) dari London.

5. Zaman Klasik (Abad XVIII – Awal Abad XIX)

 Klasik dipinjam dari suatu bentuk jenis dalam dunia sastra yang memberi ciri-ciri ketaatan pada kaidah-kaidah formal bentuk dan struktur komposisi dalam mencapai keseimbangan dan kesempurnaan musik. Abad klasik dimulai sepeninggal Bach dan Handel, sekitar tahun 1750). Musik zaman klasik memiliki ciri sebagai berikut.

–          menggunakan peralihan dinamik crescendo atau decrescendo.

–          Perubahan-perubahan tempo dengan accelerando dan ritardando.

–          Pembatasan nada-nada hias (ornamentik).

–          Pemakaian akor tiga nada.

6. Zaman Romantik (Abad XIX – Awal Abad XX).

Musik romantik sangat mementingkan perasaan yang subjektif. Musik bukan saja digunakan untuk mencapai keindahan nada-nada,tetapi dipergunakan untuk mengungkapkan perasaan, sehingga banyak menggunakan dinamik dan tempo. Sajian musiknya tidak menggunakan nada-nada hias kecuali trill.

Komponis-komponis yang terkenal antara lain :

–  Ludwig Van Beethoven dari Jerman.

–  Franz Peter Schubert dari Wina.

–  Francois Frederick Chopin dari Polandia.

–  Robert Alexander Schumann dari Jerman.

–  Johannes Brahms dari Jerman.

7. Zaman Peralihan (Abad XX)

Sesungguhnya zaman kebesaran Romantik telah selesai sepeninggal Wagner. Zaman setelah Romantik bersifat membelakangi adat kebiasaan pada zaman Romantik. Munculnya berbagai unsure gaya yang tegas menunjukan arah pembaharuan yang berarti Revolusi musik. Komponis zaman peralihan menuju modern di antaranya : Cesar Auguste Franck (1882-1890), Gustav Mahler (1860-1911), Peter Ilyich Tschaikovsky (1840-1893), dan Sergei Rachmaninoff (1873-1943).

8. Zaman Modern (Abad XX – Sekarang)

Musik pada era modern tidak mengakui adanya hukum-hukum dan peraturan-peraturan karena kemajuan IPTEK yang semakin pesat, dan berkembangnya globalisasi dunia yang juga berimbas di perkembangan musik dunia. Salah satu tujuan dari modernisme adalah emansipasi dan pembebasan dari keterbelengguan, keterikatan dasar, dan pembatasan. Komponis zaman modern antara lain :

– Claude Archille Debussy dari Perancis.

– Bella Bartok dari Hongaria.

– Maurice Ravel dari Perancis.

– Igor fedorovinsky dari Rusia.

– Edward Benyamin Britten dari Inggris.

Berkembangnya lagu menyesuaikan perkembangan musik pada zaman itu, kebanyakan lagu-lagu dari zaman Yunani hingga zaman peralihan berorientasi klasik atau berbentuk seriosa dengan iringan musik orkestra.