Memahat Tumpukan Balok Es

Memahat Tumpukan Balok Es

Memahat Tumpukan Balok Es – Seni pahat biasanya melibatkan media kayu ataupun media batu. Biasanya, pahatan menjadi bagian dari unsur dekorasi sebuah ruang dan bangunan. Akan tetapi pahatan juga bisa mempercantik penampilan sajian makanan di sebuah pesta. Pahatan es (ice carving) salah satunya. Terdapat berbagai bentuk pahatan es, contohnya naga, burung, hingga inisial nama penggelar acara. 

Seiring dengan maraknya perhelatan yang terselenggara, penyedia jasanya pun kian dicari. Kondisi ini mendorong  pertumbuhan ahli pemahat es dari dalam negeri. joker123

Salah satu yang menekuni keahlian ini adalah Ronny. Ia tertarik  menekuninya  setelah melihat ramainya permintaan ice carving. Pemilik usaha bernama Es Carving di Yogyakarta ini sebelumnya adalah seorang pengukir buah. 

Meski tak semudah memahat buah, Bapak dua anak ini justru ketagihan membuat ice carving. Dengan ketrampilan yang didapatkannya secara otodidak, dia terus mengembangkan kemampuannya.

Memahat Tumpukan Balok Es

Tak hanya bentuk artifisial huruf saja, dia juga dapat membuat aneka bentuk kreasi seperti pahatan tempat salad, angsa dan lainnya. Proses pembuatannya pun cukup cepat hanya sekitar satu hingga dua jam dari mulai persiapan sampai terlihat cantik di atas meja.

Biasanya, proses pemahatan dia lakukan di tempat berlangsungnya perhelatan. Oleh karena itu, dia harus memperhitungkan dengan pasti waktu pembuatannya.

Soal bentuk pahatan es, biasanya ia akan menyesuaikan keinginan konsumen. Namun, Ronny akan memberi sentuhan akhir kreasinya, seperti pinggiran dalam es atau bentuk tertentu sebagai lambang perusahaanya. 

Untuk permintaan khusus,  Ronny biasanya membuat sketsa dan konsep terlebih dahulu sebelum memulai memahat es. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi kesalahan saat proses dilakukan.

Ronny memasok bahan baku dari pabrik es. Bila ingin menggunakan balok es berwarna, konsumen wajib memberi info sekitar dua sampai tujuh hari sebelum acara digelar.

Ronny mematok jasa memahat es ini mulai Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. Ini untuk model sederhana, seperti sepasang inisial. Ongkos menyesuaikan tingkat kesulitan.

Permintaan pahatan es ini terus meningkat. Dalam seminggu, Ronny minimal mengerjakan tiga pesanan pahatan es. Ia dibantu oleh enam karyawan. 

Permintaan terus mengalir

Sekitar 15 tahun menggeluti bisnis ini, kendala yang didapatinya adalah susahnya mencari karyawan yang terampil dan mempunyai jiwa seni. Pasalnya, tidak banyak karyawannya yang dapat membuat kreasi pahatan es sesuai dengan standarnya.

Memang, menciptakan bentuk yang indah dibutuhkan kreativitas dan jiwa seni. Tidak hanya itu, teliti dan sabar pun juga menjadi salah satu kuncinya. Makanya, sampai sekarang dia masih turut campur dalam proses pemahatan.

Perajin ice carving lainnya adalah Rio Arya Tundra. Bisnis mengukir balok es tersebut pertama kali dilakoni oleh sang ayah yang mendirikan Embrio Ice Carving pada tahun 1986. “Saya meneruskan usaha ini kira-kira sejak tahun 2000-an,” katanya.

Rio mengungkapkan, tren ice carving masih berlanjut. Jika dulu pahatan es hanya terbatas digunakan untuk dekorasi pernikahan, kini mulai digunakan sebagai dekorasi beberapa acara ulang tahun, perusahaan, event atau lembaga. “Dulu zaman ayah saya, semua pesanan itu untuk acara pernikahan. Sekarang sudah lebih variatif acara yang yang membutuhkan dekorasi pahatan es,” tuturnya.

Kreasi ice carving buatan Embrio sendiri dibanderol mulai Rp 1 juta-Rp 1,5 juta per paket. Satu paket berisi dua huruf, angka maupun bentuk lain.

Apabila pesanan pelanggan lebih dari satu paket, Rio mengatakan harga tersebut berlaku kelipatan. “Kalau pernikahan kan kebanyakan inisial nama pengantinnya atau kalau ulang tahun biasanya angka.

Sementara, acara perusahaan biasanya nama perusahaannya dan hurufnya panjang. Kalau itu harganya ya tinggal dikalikan saja dengan harga pokok,” jelas Rio.

Dalam satu minggu, pria kelahiran tahun 1982 ini minimal menerima pesanan lima paket ice carving. Pesanan tersebut hanya datang dari acara pesta pernikahan saja, belum menghitung pesanan dari acara yang lain.

Rio mengaku, sebagian besar pelanggannya tetap berasal dari acara pernikahan. Pelanggan Embrio Ice Carving berasal dari kota di sekitar Jawa Tengah, seperti Semarang, Kudus, Demak, Solo, Ambarawa, Rembang dan Pati. “Lima paket itu kalau pas sedang sepi-sepinya. Kalau waktu ramai hajatan nikah itu seminggu, terutama di hari Sabtu dan Minggu, saya bisa terima sampai 10 paket,” ujarnya.

Bahkan, dia juga terpaksa menolak order karena tenaganya terbatas. Alasannya, dia tak ingin mengecewakan pelanggan hanya gara-gara mengejar setoran. Lagi pula, keterbatasan tenaga juga menjadi pertimbangan lain untuk menolak pesanan.

Harus digarap tepat waktu

Untuk membuat satu paket ice carving, Embrio membutuhkan sekitar enam balok es batu. Rio mendapatkan balok es langsung dari pabrik.

Bahkan ia dan karyawannya sering menggarap ice carving di pabrik es tersebut agar es tidak cepat mencair. “Jika es baloknya saya bawa ke rumah atau pindah ke tempat lain, misalnya, es bisa cepat habis di jalan,” ucapnya. Musuh terbesar balok es adalah angin dan panas. 

Kondisi es yang cepat meleleh itulah tantangan bagi perajin ice carving seperti Rio. Oleh karena itu, ia menyatakan, manajemen waktu pembuatan dan pengantaran ice carving harus pas dan tepat waktu. Terlalu cepat atau terlambat bakal berpengaruh pada ketahanan ice carving tersebut.

Alhasil, dia menyatakan, kuncinya adalah ketepatan waktu dalam proses pengerjaan sampai tahap pengiriman. Proses pengerjaan  juga sebaiknya tidak boleh terlalu jauh dari waktu pengantaran. “Misalnya, acara pernikahan jam 10.00 pagi, biasanya saya antar dua atau satu jam sebelum dimulai. Nah, bikin ice carving kira-kira subuh, pukul 04.00,” jelasnya.

Rio mengatakan bahwa ice carving buatannya biasanya bisa bertahan 6-7 jam di ruangan tertutup. Untuk mempertahankan suhu, Rio biasanya menggunakan terpal dan seng untuk menyelimuti es selama proses pengiriman.

Menurutnya, jenis es di Indonesia juga ikut berpengaruh pada ketahanan es tersebut terhadap suhu luar ruangan. “Di Indonesia belum ada jenis es yang bening seperti kaca. Jenis ini lebih tahan lama di luar ruangan. Kita belum punya teknologi. Jadi sampai sekarang jenis esnya masih yang di dalamnya berisi, bukan yang bening,” paparnya.

Pemain lainnya adalah Ice Carving Lisoi yang didirikan oleh Arthur Simanjuntak. Ia mengaku mulai  menggeluti bidang es ukir ini sejak 2016 lalu. Untuk dapat menjadi pemahat es ukir tentu dibutuhkan keahlian. Biasanya, para pemahat es ukir belajar saat sekolah pariwisata atau bahkan belajar dengan pendahulu yang ahli di bidangnya.

Arthur belajar sendiri untuk bisa mengukir es batu dengan berbagai bentuk seperti sekarang ini. Ia melihat peluang menjadi pemahat es lantaran potensinya besar. Apalagi, di Jakarta pemain di bidang ini masih terbilang sedikit. 

Arthur kerap mendapat pesanan untuk acara buffet  di hotel bintang lima. Biasanya, satu order dikerjakan seorang  pemahat. Jika ada pesanan untuk membuat patung dan icon lain yang tingkat kesulitannya lebih tinggi, serta ukurannya besar, dia akan mempekerjakan  minimal dua orang.

Tarif ditentukan berdasarkan jumlah es balok yang digunakan. Satu es balok dibanderol Rp 425.000 hingga Rp 500.000. Tarif ini sudah termasuk bahan baku dan jasa pemahat, namun transportasi dan set up ditanggung konsumen.

Untuk menyelesaikan satu order, waktu yang diperlukan berbeda-beda. Pesanan membuat inisial misalnya, perlu waktu 40-90 menit.

Di era digital saat ini, Lisoi belum merasakan dampak media sosial. Justru Lisoi dikenal berkat promosi dari mulut ke mulut. “Dalam satu bulan hanya ada dua sampai tiga pesanan dan dalam satu tahun sekitar 24 pesanan patung es batu”, ungkapnya.

Sama seperti dua pemain lainnya, Arthur pun merasakan permintaan yang datang ke perusahaan terus meningkat. “Namun peningkatannya juga tidak banyak”, tambahnya.

Melihat bisnis bidang ini masih sedikit di Indonesia, cara yang dia lakukan untuk memperkenalkan kepada masyarakat melalui media sosial juga mengandalkan testimoni konsumen di media sosial. “Sebab saat ada acara belum pernah ada media yang meliput patung es ukir ini,” terangnya.

Saat ini, Ice Carving Lisoi Jakarta kerap mengisi event besar yang rutin setiap tahunnya seperti Natal dan tahun baru. Juli mendatang Ice Carving Lisoi akan mengisi acara pada Hotelex Indonesia 2018 dan Fine Food Indonesia.

Kendala yang dirasakan saat ini adalah soal pemasaran. Arthur pun berharap dengan mengikuti berbagai pameran, es ukir kian dikenal masyarakat luas.        

Memahat es dalam hitungan jam saja

Seni memahat balok es lebih dulu dikenal di luar negeri. Bahkan, ada event khusus yang memajang hasil kreasi para ahli pemahat es ini.

Ronny, pemilik Es Carving menjelaskan,  seni pahat es ini masuk dan dikenal oleh masyarakat sekitar tahun 2000-an. Karena masih dianggap barang langka, belum banyak masyarakat yang menggunakannya sebagai hiasan dan aksesori dalam perayaan berbagai acara.

Memahat Tumpukan Balok Es 1

Pada saat itu pula, peralatan yang digunakan untuk memahat es juga masih sederhana. Proses pengerjaannya pun membutuhkan waktu yang cukup lama.

Seiring perkembangan jaman, kini para ahli pemahat es sudah menggunakan peralatan modern dan otomatis. Alhasil, untuk membuat sepasang inisial saja hanya dibutuhkan waktu sekitar satu jam.

Asal tahu saja, tugas para pemahat es tidak hanya mengubah tumpukan balok es yang disambung menjadi satu bentuk yang indah. Namun, mereka juga menyiapkan lokasi peletakan sekaligus dekorasi.

Ragam bunga dan daun artifisial digunakan untuk mempercantik penampilannya. Untuk kebutuhan tertentu efek asap pun juga digunakan agar tampak berbeda serta  mengundang perhatian tamu.

Ronny mengingatkan untuk memperhatikan posisi peletakan pahatan es. Tempatnya pun harus dijauhkan dari kipas angin dan juga ruang terbuka. Ini untuk menjaga agar es dapat tahan lama.

Selain itu, pahatan es pun wajib diberikan alas dibawahnya untuk menjaga es tidak mudah mencair. Tempat pembuangan air pun juga menjadi bagian yang wajib dipikirkan, agar tidak merusak pemandangan.

Apabila acara mundur dari jadwal dan lokasi tidak cukup dingin, pahatan es dapat ditutup menggunakan kain lembut kemudian dilapisi terpal. “Saat acara akan dimulai baru dibuka, ini untuk menjaga pahatan tetap awet,” jelasnya.