Seni Menikmati dan Penyeduhan Teh

Seni Menikmati dan Penyeduhan Teh

Seni Menikmati dan Penyeduhan TehDaun teh saat ini diyakini mempunyai kandungan zat yang mempunyai manfaat bagi kesehatan. Tidak heran, kebiasaan untuk minum teh telah menjadi kegemaran masyarakat di seluruh dunia. Tahukah Anda sejak kapan teh mulai di konsumsi manusia? Dan bagaimana menyajikan teh yang benar tanpa mengurangi khasiatnya?

Konon, cerita mengenai teh mulai di kenal di Tiongkok tepatnya sejak jaman Kaisar Shen Nung yang berkuasa ribuan tahun silam. Dikisahkan, sang raja sedang memasak air di kebun istana. Tiupan angin yang kencang menggugurkan beberapa helai daun teh yang kemudian jatuh ke air rebusan di kuali. Aroma sedap langsung muncul dan tercium oleh Kaisar, dia pun tergoda untuk meminumnya. Setelah Sang Kaisar meminum nya beberapa kali dan melakukan penelitian, sang Kaisar pun merasakan manfaat dari teh tersebut terhadap tubuh. Sejak pada saat itu, Sang Kaisar menjadikan daun teh sebagai minuman sehari-hari dan lambat laun membaginya kepada rakyat yang ada di Tiongkok. joker88

Teh menjadi sebagai salah satu warisan budaya timur yang harus dipertahankan, minum teh ternyata bukan hanya tradisi dan budaya untuk sehat, melainkan terdapat seni tersendiri dalam menyeduh teh. Anggota komunitas para pecinta teh yang bernama “Medan Tea Club”, Endar Hadi Purwanto, mengatakan bahwa banyak masyarakat yang kurang mengerti budaya dan seni dari minum teh sendiri.

Seni Menikmati dan Penyeduhan Teh

“Menikmati teh adalah salah satu warisan budaya Timur yang harus dipertahankan, untuk dikenalkan dan disosialisasikan. Jaman sekarang jangankan anak muda, yang sebaya dengan saya juga banyak yang tidak mengerti budaya “ngeteh”. Tahunya teh itu baik tapi tidak tahu informasinya lebih banyak,” ucap Endar Hadi Purwanto (51) yang juga pemilik Ho Teh Tiam Tea Gallery di Medan, Sumatera Utara.

Secara umum masyarakat tentu nya mengetahui teh hijau, teh hitam, teh jasmin dan juga teh oolong, bagi Endar semua teh adalah sama. Menurut Endar, yang paling penting adalah cara penyeduhannya. Tidak masalah jenis dan asalnya teh tersebut dari mana, Endar juga mengatakan seduhan yang baik dan benar akan membuat peminum teh mendapatkan khasiat dari teh tersebut. Sedangkan, kebiasaan masyarakat yang menyeduh dan merendam teh berlama-lama hingga warnanya kecokelatan atau kehitaman akan mengurangi khasiat dari teh.

“Itu kebiasaan yang keliru. Jangan seduh teh terlalu lama. Cukup dengan hitungan detik saja guna menghindari tanin. Soalnya, teh diminum bukan untuk menghilangkan dahaga tetapi lebih kepada manfaatnya. Karenanya lebih baik seduh teh di cangkir kecil saja. Bila ingin minum lagi proses penyeduhan bisa diulang. Ini lebih baik ketimbang menyeduh di cangkir besar dalam waktu lama,” jelas Endar.

Endar juga berpesan penggunaan bubuk teh hendak nya jangan dipakai hingga lebih dari semalam. “Sehat nya 24 jam. Kalau sudah berganti hari teh tidak dapat dipakai lagi karena manfaat dari teh tersebut sudah tidak ada lagi,” jelas Endar.

Selain itu, Endar juga menyarankan pada saat membuat teh tidak ditambah gula karena dapat mengurangi khasiat dari teh tersebut. Cangkir yang digunakan untuk minum teh sebaiknya menggunakan cangkir porselen ketimbang cangkir stainless. Minum teh yang nikmat, bagi Endar tak hanya sekadar menenggak teh, melainkan ada ritual khusus yang mengandung seni dan filsafat untuk meminum teh.

“Dimulai dari membilas poci, memasukkan daun teh, menyeduh teh hingga air seduhannya luber membasahi permukaan luar poci, menyingkirkan gelembung, menuangkan teh, meneteskan teh, menikmati teh dengan mencium aroma dan meminum teh. Teknik meminum teh tidak langsung meneguk tetapi ayunkan cangkir dekat hidung dengan gerakan mengikuti bandul jam lalu teguk, niscaya rasanya akan berbeda dan lebih nikmat tentunya,” papar Endar.

Endar juga menuturkan bahwa pengenalan yang dangkal akan khasiat dari teh bagi metabolisme tubuh membuat banyak orang mengatakn kebanyakan minum teh dapat mengganggu ginjal dan lain sebagainya.

“Ada hal baik yang terkandung di dalam teh. Teh itu bukan obat, akan tetapi meminumnya secara rutin dengan cara menyeduh dan minum yang benar dapat menjaga metabolisme tubuh kita tetap stabil,” papar pria paruh baya yang selalu bersemangat ketika bercerita tentang manfaat teh ini.

Bukti dari khasiat teh ini terlihat dari masyarakat Tiongkok. Endar menjelaskan, bahwa porsi meminum teh di kalangan masyarakat Tiongkok mencapai 90 persen setiap harinya dengan harapan hidup yang relatif lebih panjang.

“Tengok saja di Tiongkok sana. Di kedai-kedai minuman yang lazim disajikan hanya ada dua macam minuman. Pertama teh, lalu kedua arak. Selain itu, coba perhatikan lukisan atau ornamen yang menghiasi kedai-kedai itu. Tokoh dalam lukisan itu berupa pria dan wanita tua bukan yang muda. Sebab dalam filosofi masyarakat Tionghoa, sehat dan umur panjang merupakan dambaan setiap orang. Usia tujuh puluh, delapan puluh, hingga sembilan puluh tahun merupakan umur tua yang biasa. Kalau bisa seratus tahun atau lebih, baru luar biasa,” jelas Endar.

Kecintaan Endar terhadap minuman yang dibuat dari daun Camillia sinensis ini dan berbekal pengetahuan dibidang Farmasi, membuat Endar mendirikan Ho Teh Tiam atau “Kedai Teh yang Bagus” pada tahun 2008.

Berada di Jalan Monginsidi nomor 32, Kota Medan, kedai Ho Teh Tiam Tea Gallery menempati sebuah bangunan unik dengan arsitektur oriental. Di kedai Ho Teh Tiam Tea Gallery, Anda tidak saja dapat menikmati aneka varian dari teh yang berasal dari dalam dan luar negeri akan tetapi anda juga diajarkan cara menyeduh teh dengan cara yang baik dan benar, yang sudah menjadi tradisi bangsa timur ratusan tahun silam.

Seni Menikmati dan Penyeduhan Teh 1

Ada beragam macam koleksi teh yang dijual oleh Endar, mulai dari produk lokal misalnya dari Sidikalang dan Bogor hingga teh impor dari Tiongkok yang memiliki khasiat masing-masing.

“Teh ini punya salah satu kesamaan seperti wine, semakin lama disimpan atau semakin tua umurnya semakin mahal harganya. Saya punya koleksi teh kepakan yang dibuat dari tahun 2005, 2006, dan seterusnya,” ujar Endar.

Untuk kemudahan transaksi di Ho Teh Tiam Tea Gallery, Endar yang telah lama menjadi nasabah BCA KCU Bukit Barisan menyediakan mesin Electronic Data Capture (EDC) BCA. Sehingga pengunjung tak perlu repot membawa uang tunai dalam jumlah banyak jika ingin menikmati teh di tempat maupun membawa pulang oleh-oleh istimewa dari Ho Teh Tiam Tea Gallery.

Menurut Endar, dengan EDC BCA transaksi lebih praktis, aman, mudah dan tentu saja nyaman, baik bagi pengunjung maupun dirinya sebagai pemilik kedai. Lebih lanjut Endar berharap, dengan adanya kedai teh ini dapat menumbuhkan budaya sehat di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya kawula muda. Bersama teman-teman komunitas, Endar juga rajin bertandang ke sekolah-sekolah dan kampus-kampus untuk membagikan pengetahuan dan filosofi teh kepada generasi muda.